LIVE ! Kuliah Mingguan Maghrib Setiap Ahad @ Masjid Nurul Iman Kurong Batang Perlis | 22 Januari 2017 | 23 Rabiul Akhir 1438H | Bab Masjid : Larangan Berjual Beli DI Masjid | By Ust Mohd Umar Bin Ahmad (Abu Fawwaz)

No Comments »

LIVE ! Kuliah Mingguan Maghrib Setiap Ahad @ Masjid Nurul Iman Kurong Batang Perlis | 22 Januari 2017 | 23 Rabiul Akhir 1438H | Bab Masjid : Larangan Berjual Beli DI Masjid | By Ust Mohd Umar Bin Ahmad (Abu Fawwaz)

Bab Masjid : Haram Berjual Beli Di Masjid
Masjid Nurul Iman Kurong Batang Perlis
Kitab : Ensiklopedia Larangan Menurut Al-Quran dan As Sunnah
Blog : www.omaQ.org
Oleh : Ust. Mohd Umar Bin Ahmad (Abu Fawwaz)
22 Januari 2017 (Ahad) / 23 Rabiul Akhir 1438H

“Bahawasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam melarang dari melagukan sya’ir di masjid, berjual-beli, dan membuat halaqah pada hari Juma’at sebelum solat.” (HR Ahmad, Abu Daud)

“Sebahagian ahli ilmu memakruhkan (membenci) urusan jual beli di masjid, dan ini adalah pendapat Imam Ahmad dan Ishaq (Ibn Rohuyah).” (HR At-Tirmidzi)

“Jika kamu melihat orang berjual-beli di masjid, maka katakanlah (kepada mereka), “Semoga Allah tidak memberi keuntungan di atas perniagaan kamu.” Dan apabila kamu melihat orang membuat pengumuman barang hilang di dalam masjid, maka katakanlah, “Semoga Allah tidak mengembalikannya kepada kamu.” (HR A-Tirmidzi)

“Perintah mendoakan orang yang berjual-beli di masjid agar tidak mendapat keuntungan dan dalil menyatakan bahawa jual-beli tersebut sah walaupun keduanya telah melakukan dosa disebabkan perbuatan tersebut.” (Shahih Ibnu Khuzaimah, 2/274)

Imam ash-Shan’ani rahimahullah menjelaskan maksud hadis ini dengan katanya:

“Hadis ini menunjukkan pengharaman jual beli di dalam masjid, dan orang yang menyaksikan transaksi tersebut hendaklah mengatakan dengan jelas, “Semoga Allah tidak memberi keuntungan di atas perniagaan kamu”, sama ada kepada pembeli atau penjual, sebagai peringatan untuk mereka yang melakukannya. Dan alasannya adalah hadis Nabi yang telah disebutkan, “Bahawa masjid bukan dibina untuk perkara tersebut (urusan jual-beli).” Tetapi adakah jual-belinya sah? Kata al-Mawardi: jual-belinya tetap sah dengan ittifaq ulama.” (Subulus Salam, 1/297 – al-Maktabah at-Taufiqiyyah)

Demikian juga Imam asy-Syaukani rahimahullah, beliau menegaskan:

“Kedua-dua hadis tersebut menunjukkan bahawa diharamkan jual-beli, membuat pengumuman berkenaan kehilangan, pembacaan sya’ir (di masjid), dan membuat halaqah-halaqah pada hari Juma’at sebelum solat.”
(Nail al-Authar, 2/166)
www.omaQ.org | 0122959037 | LIVE MyKuliah @ FACEBOOK https://www.facebook.com/MrOmaQ

Share on Facebook
Posted on January 22nd 2017 in My Kuliah, My Live Video

LIVE ! Kuliah Mingguan Subuh Setiap Ahad @ Masjid Al Abrar Kubang Gajah Arau Perlis | 22 Januari 2017 | 23 Rabiul Akhir 1438H | Bab Masjid : Waktu-waktu Terlarang Mengerjakan Solat | By Ust Mohd Umar Bin Ahmad (Abu Fawwaz)

No Comments »

LIVE ! Kuliah Mingguan Subuh Setiap Ahad @ Masjid Al Abrar Kubang Gajah Arau Perlis | 22 Januari 2017 | 23 Rabiul Akhir 1438H | Bab Masjid : Waktu-waktu Terlarang Mengerjakan Solat | By Ust Mohd Umar Bin Ahmad (Abu Fawwaz) – www.omaQ.org

Bab Fiqh Waktu Solat : Waktu-waktu Terlarang Mengerjakan Solat
Masjid Al Abrar Kubang Gajah Arau
Kitab : Ensiklopedia Larangan Menurut Al-Quran dan As Sunnah
Blog : www.omaQ.org
Oleh : Ust. Mohd Umar Bin Ahmad (Abu Fawwaz)
22 Januari 2017 (Ahad) / 23 Rabiul Akhir 1438H

Waktu-Waktu Dilarangnya Shalat

“Tiga waktu yang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kami shalat atau mengubur orang-orang mati kami pada saat itu: ketika matahari terbit hingga naik, ketika pertengahan siang hingga matahari tergelincir, ketika matahari condong ke barat hingga tenggelam.” (HR Ibni Majah, Muslim dan Abi Dawud)

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan alasan dilarangnya shalat dalam waktu-waktu ini melalui perkataan beliau kepada ‘Amr bin ‘Abasah: “Kerjakanlah shalat Shubuh. Kemudian hentikanlah shalat hingga matahari terbit dan naik. Karena sesungguhnya ketika terbit, matahari berada di antara dua tanduk syaitan. Pada waktu itu orang-orang kafir sujud kepada matahari. Setelah itu shalatlah, karena sesungguhnya shalat tersebut disaksikan dan dihadiri. Hingga bayangan naik setinggi tombak. Kemudian hentikanlah shalat. Karena waktu itu Jahannam bergolak. Jika bayangan telah condong ke barat, maka shalatlah, karena sesungguhnya shalat itu dihadiri dan disaksikan. Hingga engkau shalat ‘Ashar. Kemudian hentikanlah shalat hingga matahari terbenam. Karena sesungguhnya ia terbenam di antara dua tanduk syaitan. Dan ketika itu orang-orang kafir sujud kepada matahari.” (HR Muslim)

Dikecualikan dari Larangan Ini Waktu dan Tempat Tertentu

Adapun waktu, adalah ketika matahari berada tepat di atas pada hari Jum’at:

“Tidaklah seseorang mandi pada hari Jum’at, lantas bersuci sebaik-baiknya, mengenakan minyak rambut, atau mengenakan minyak wangi rumahnya. Kemudian keluar dan tidak memisahkan antara dua orang, lalu shalat sunnah semampunya. Setelah itu ia diam ketika imam berkhutbah, melainkan akan diampuni dosa-dosanya antara Jum’at yang satu dengan Jum’at yang lain.” (HR Bukhari)

“Wahai Bani ‘Abdi Manaf, janganlah kalian menghalangi siapa pun yang melakukan thawaf dan shalat di Baitullah ini kapan saja. Baik malam maupun siang hari.” (HR Ibnu Majah , At-Tirmidzi)

“Barangsiapa lupa terhadap suatu shalat, maka hendaklah ia shalat ketika ingat. Tidak ada kaffarat baginya kecuali (shalat) itu.” (HR Muttafaq ‘alaihi)

Shalat setelah selesai wudhu’ juga boleh untuk dilakukan bila-bila masa saja

Dalilnya adalah berdasarkan hadits Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, di mana Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata pada Bilal ketika Shubuh, “Wahai Bilal, beritahulah aku amalan yang paling engkau harapkan (pahalanya) yang engkau kerjakan dalam Islam. Karena sesungguhnya aku mendengar suara kedua sandalmu berada di depanku dalam Surga.” Bilal menjawab, “Tidaklah aku melakukan suatu amalan yang paling kuharapkan (pahalanya). Hanya saja, tidaklah aku bersuci, baik saat petang maupun siang, melainkan aku shalat sunnah dengannya.” (HR Bukhari)
www.omaQ.org | 0122959037 | LIVE MyKuliah @ FACEBOOK https://www.facebook.com/MrOmaQ

Share on Facebook
Posted on January 22nd 2017 in My Kuliah, My Live Video

Juara Tinju London Dikecam Kerana Solat

No Comments »


Agensi

London Juara tinju dunia, Anthony Joshua dikecam peminatnya yang anti-Islam selepas memuat naik gambarnya di Twitter yang menunjukkan dia menunaikan solat.
Juara heavyweight Persekutuan Tinju Antarabangsa (IBF) itu berehat daripada menjalani latihan di Dubai baru-baru ini untuk mengunjungi sebuah masjid.
Joshua, warga Britain berusia 27 tahun, kemudian memuat naik gambarnya bersama dua lelaki lain menunaikan solat berserta kapsyen: “Selain nasib, kerja keras dan bakat – solat adalah asas yang kuat. Seronok dapat menyertai saudara saya menunaikan solat Asar.’
Bagaimanapun, gambar itu mengundang kecaman daripada mereka yang anti-Islam dan mendakwa peminat petinju itu.
Seorang lelaki yang menggunakan nama Terry Johnson menggesa Perdana Menteri Theresa May mengusir Joshua kerana agamanya di samping berkata: “Keluar dari negara saya.”
Beberapa pengguna berkata, mereka tidak lagi menyokong Joshua sebaliknya akan memberi sokongan kepada Wladimir Klitchko, petinju dari Ukraine.
Joshua dan Klitchko akan bertarung pada 29 April depan di Wembley.
Dalam wawancara dengan sebuah majalah tahun lalu, Joshua berkata, dia tidak menganut sebarang agama, tetapi yakin mengenai kewujudan Tuhan.

Share on Facebook
Posted on January 21st 2017 in My Artikel, My Info

LIVE ! Kuliah Mingguan Maghrib Setiap Jumaat @ Masjid Al Mustaqim Seriab Kangar Perlis| 20 Januari 2017 | 21 Rabiul Akhir 1438H | Bab Manhaj: Larangan Mengikuti Adat Jahiliyah | By Ust Mohd Umar Bin Ahmad (Abu Fawwaz)

No Comments »

LIVE ! Kuliah Mingguan Maghrib Setiap Jumaat @ Masjid Al Mustaqim Seriab Kangar Perlis| 20 Januari 2017 | 21 Rabiul Akhir 1438H | Bab Manhaj: Larangan Mengikuti Adat Jahiliyah | By Ust Mohd Umar Bin Ahmad (Abu Fawwaz)

Bab Manhaj: Larangan Mengikuti Adat Jahiliyah
Masjid Al Mustaqim Seriab Kangar Perlis
Kitab : Ensiklopedia Larangan Menurut Al-Quran dan As Sunnah
Blog : www.omaQ.org
Oleh :Ust. Mohd Umar Bin Ahmad (Abu Fawwaz)
20 Januari 2017(Jumaat) / 21 Rabiul Akhir 1438H

كَالَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ كَانُوا أَشَدَّ مِنكُمْ قُوَّةً وَأَكْثَرَ أَمْوَالاً وَأَوْلاَدًا فَاسْتَمْتَعُوا بِخَلاَقِهِمْ فَاسْتَمْتَعْتُم بِخَلاَقِكُمْ كَمَا اسْتَمْتَعَ الَّذِينَ مِن قَبْلِكُم بِخَلاَقِهِمْ وَخُضْتُمْ كَالَّذِي خَاضُوا أَوْلَئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَاْلأَخِرَةِ وَأُوْلَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ
(keadaan kamu hai orang-orang munafik dan musyirikin adalah) seperti keadaan orang-orang sebelum kamu, mereka lebih kuat daripada kamu, dan lebih banyak harta benda dan anak-anaknya daripada kamu. Maka mereka telah menikmati bagian mereka, dan kamu telah nikmati bagianmu sebagaimana orang-orang yang sebelummu menikmati bagiannya, dan kamu mempercakapkan (hal yang batil) sebagaimana mereka mempercakapkannya. Mereka itu, amalannya menjadi sia-sia di dunia dan di akhirat; dan mereka itulah orang-orang yang merugi (QS. At-Taubah : 69)

Diriwayatkan dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu , dari Nabi SAW, beliau bersabda:
(لتتبعن سنن من كان قبلكم شبرا بشبر وذراعا بذراع حتى لو دخلوا جحر ضب لاتبعتموهم ) . قلنا يا رسول الله، اليهود والنصارى ؟ قال ( فمن )).
“Kalian akan mengikuti adat tradisi umat sebelum kalian sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta. Hingga sekiranya mereka masuk dalam lubang biawak , niscaya kalian akan mengikutinya juga.” Para Sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah yang dimaksud itu orang-orang Yahudi dan Nasrani?” Rasulullah menjawab: “Kalu bukan mereka, siapa lagi?” (HR Bukhari dan Muslim)

Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
( أبغض الناس إلى الله ثلاثة ملحد في الحرم ومبتغ في الإسلام سنة الجاهلية ومطلب دم امرئ بغير حق ليهريق دمه )
“Tiga orang yang paling dibenci Allah; Pelaku ilhad (mulhid) di tanah haram, pengikut tradisi Jahiliyyah dalam Islam, penuntut balas darah seorang muslim tanpa haq untuk menumpahkan darahnya.” (HR Bukhari)

Diriwayatkan dari Hulb radhiyallahu ‘anhu , ia berkata: “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda:
(لا يَتَخَلَّجَنَّ فِي صَدْرِكَ شَيْئًا ضَارَعْتَ فِيهِ النَّصْرَانِيَّةَ)
“Jangan sampai masuk setitik pun keraguan dalam hatimu (tentang kehalalan makanan yang telah dihalalkan Allah) seperti halnya keraguan yang menjangkiti orang-orang Nasrani.” (HR Abu Dawud, At Tirmizi Ibnu Majah)

Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu , bahwa Rasulullah SAW bersabda:
(لَيْسَ مِنَّا مَنْ عَمِلَ بِسُنَّةِ غَيْرِنَا)
“Bukan dari golongan kami, siapa saja yang mengamalkan Sunnah selain Sunnah kami.” (Shahiihul Jaami’ish Shaghiir)

www.omaQ.org | 0122959037 | LIVE MyKuliah @ FACEBOOK https://www.facebook.com/MrOmaQ

Share on Facebook
Posted on January 20th 2017 in My Kuliah, My Live Video

What are nasal sprays?

No Comments »

What are nasal sprays?

Nasal sprays are a solution or suspension of medicine. They are sprayed into the nostrils, usually to produce a local effect directly inside the nose.
Some nasal sprays are used to administer medicine that acts on other parts of the body. In these cases the medicine is absorbed into the bloodstream from the lining of the nose, which is rich in blood vessels.
How to use a nasal spray

Shake the bottle.

Blow your nose so that your nostrils are clear.

Wash your hands.

Take the lid off the bottle.

Tilt your head slightly forward.

Close one nostril by gently pressing against the side of your nose with your finger.

Insert the tip of the nasal spray into the other nostril and start to breathe in slowly through your nose. While you are still breathing in squirt one spray into the nostril keeping the bottle upright.

Remove the spray from the nostril and breathe out through your mouth.

Tilt your head backwards to allow the spray to drain into the back of the nose.

Repeat step 7 if a second dose is required in the same nostril.

Repeat this procedure for the other nostril if you have been advised to do so by your doctor or pharmacist.

Replace the lid on the bottle.

Share on Facebook
Posted on January 20th 2017 in My Artikel

‘WhatsApp Group’ bantu banteras jenayahh

No Comments »


‘WhatsApp Group’ bantu banteras jenayah

BERNAMA
Kuala Lumpur: Penggunaan teknologi komunikasi terkini seperti aplikasi WhatsApp secara berkumpulan menjadi satu daripada kaedah terbaru dalam membanteras jenayah seperti kes pecah rumah, ragut dan curi kenderaan.
Ini dilihat berkesan terutama dalam satu kawasan perumahan atau taman tertentu, selain kaedah konvensional seperti rondaan kawasan dan pondok keselamatan oleh pasukan polis dan persatuan penduduk.
Maklumat yang disampaikan melalui WhatsApp berkumpulan yang disertai penduduk sesuatu komuniti dilihat mampu menyelamatkan sesebuah kediaman daripada dipecah masuk pencuri dengan bantuan penduduk malah pasukan keselamatan juga dapat bertindak segera sebaik maklumat diterima.
Sebagai contoh, keprihatinan penduduk di sekitar Taman Keramat AU2, di sini dalam berkongsi maklumat berkaitan kejadian pecah rumah menerusi kumpulan aplikasi WhatsApp wajar menjadi ikutan komuniti lain sebagai langkah berkesan mencegah jenayah itu.
Menurut Ketua Penggerak Komuniti dan Keselamatan AU2, Ismail Mohd Rashid, 46, idea itu tercetus selepas mendengar keluhan penduduk yang sering menjadi mangsa kejadian pecah rumah sejak beberapa tahun lalu.
Ismail berkata, beliau bersama penduduk yang lain mula menubuhkan satu kumpulan WhatsApp yang dinamakan ‘Keselamatan AU2’ dan disertai ratusan penduduk serta pihak polis yang mengawasi kawasan kejiranan itu pada 2015.
Beliau berkata, penubuhan kumpulan WhatsApp itu bertujuan untuk memudahkan penduduk berkomunikasi dengan berkongsi sebarang maklumat tentang perkara mencurigakan dan masalah yang dihadapi berhubung keselamatan komuniti.
“Sejak persatuan penduduk di sini sering bekerjasama dalam usaha membanteras kes kecurian, tiada lagi kami dengar ada kejadian kes pecah rumah berlaku.
“Mungkin juga kerana kawasan kejiranan ini turut mula aktif melakukan rondaan cegah jenayah Skim Rondaan Sukarelawan (SRS) di bawah Kawasan Rukun Tetangga (KRT) secara berkala,” katanya ketika ditemui di sini, baru-baru ini.
Beliau berkata, penduduk yang melakukan rondaan di kawasan perumahan itu juga mengeluarkan notis peringatan kepada penduduk yang selalu terlupa mengunci rumah dan sebagainya.
Sementara itu, Pengerusi KRT Taman Seri Gombak A, Abdul Hamid Mohamed Yusof berkata, beliau tidak menyangka KRT Taman Seri Gombak A, yang tidak mempunyai sebarang aktiviti sejak kira-kira 10 tahun lalu kembali aktif selepas beliau bersama penduduk yang lain menubuhkan badan ‘Warga Prihatin Seri Gombak’ (WPSG), Mei tahun lalu.
“Melalui persatuan ini, kami telah mengadakan pelbagai aktiviti termasuk rondaan cegah jenayah di sekitar kawasan perumahan yang dianggotai 40 penduduk dan polis.
“Kami juga berkomunikasi menerusi dua kumpulan aplikasi WhatsApp yang disertai 600 penduduk untuk memaklumkan sebarang kejadian jenayah atau perkara yang mencurigakan untuk diambil tindakan… ini merupakan usaha kami untuk mengatasi masalah kes pecah rumah yang berleluasa,” katanya ketika ditemui.
Abdul Hamid yang juga dikenali sebagai ‘Papa Black’ berkata, sebaik menerima maklumat berhubung sebarang perkara mencurigakan dalam pesanan daripada anggota kumpulan WhatsApp, penduduk serta polis yang membaca pesanan itu akan segera bertindak ke lokasi kejadian.
“Setakat ini, banyak kejadian jenayah pecah rumah dapat digagalkan selepas tindakan sebegini diambil,” katanya.
“Terbaru, kami bersyukur kerana mempunyai bilik gerakan dan operasi KRT Taman Seri Gombak yang baharu, dilancarkan pada 31 Dis lepas untuk dijadikan tempat berkumpul dan bermesyuarat bagi anggota yang membuat rondaan,” katanya.

Artikel ini disiarkan pada : Khamis, 19 January 2017 @ 9:06 AM

Share on Facebook
Posted on January 19th 2017 in My Artikel

19 JANUARI 2017 : RAWDATUL HUFFAZ BILANGAN 1/2017

No Comments »

19 JANUARI 2017 : RAWDATUL HUFFAZ BILANGAN 1/2017
Dengan titah DYTM Tuanku Raja Muda Perlis, Insya Allah JAIPs dan MAIPs memulakan program RAWDATUL HUFFAZ bersama pelajar dan guru ma’ahad-ma’ahad tahfiz seluruh Perlis pada tahun 2017. 
Bersempena Program RAWDATUL HUFFAZ ini, Ustaz Abdullah Bukhari Bin Abdul Rahim Al-Hafiz (Pensyarah Pusat Bahasa UIA), dijadualkan untuk menyampaikan kuliah di Ma’ahad Tahfiz Al-Qur’an Wal Qiraat Negeri Perlis, Guar Jentik, Beseri, Perlis pada Khamis, 19 Januari 2017 pada jam 2.30 petang. 
Kuliah Rawdatul Huffaz yang akan disampaikan oleh Ustaz Abdullah Bukhari Al-Hafiz akan membawa tajuk “SIAPALAH AKU TANPA AL-QUR’AN”.
Orang ramai turut dijemput hadir.

Share on Facebook
Posted on January 19th 2017 in My Info

19 JANUARI 2017 : IHYA’ MASJID SEMARAK DAKWAH BILANGAN 2/2017

No Comments »

19 JANUARI 2017 : IHYA’ MASJID SEMARAK DAKWAH BILANGAN 2/2017
Bersempena Program “IHYA’ MASJID SEMARAK DAKWAH”, Ustaz Abdullah Bukhari Bin Abdul Rahim Al-Hafiz (Pensyarah Pusat Bahasa UIA), dijadualkan untuk menyampaikan kuliah di Masjid Tun Abdul Razak, Repoh, Kangar, Perlis pada Khamis, 19 Januari 2017 (selepas Solat Maghrib)
Ihya Masjid edisi kali ini diadakan bersamaan dengan Penutup Majlis Menghafaz Al-Qur’an Peringkat Negeri Perlis Tahun 2017 yang akan disempurnakan oleh YAB Menteri Besar Perlis.
Kuliah Ihya Masjid yang akan disampaikan oleh Ustaz Abdullah Bukhari Al-Hafiz akan membawa tajuk “AJAIBNYA MENGHAFAZ AL-QUR’AN”.
Orang ramai dijemput hadir.

Share on Facebook
Posted on January 19th 2017 in My Info, My Sunnah

LIVE ! Kuliah Mingguan Maghrib Setiap Rabu @ Masjid Al Maghfirah Sanglang Perlis| 18 Januari 2017 | 19 Rabiul Akhir 1438H | Bab Ilmu Larangan Menuntut Ilmu Dengan Niat Selain Mencari Wajah (Ridha) Allah | By Ust Mohd Umar Bin Ahmad (Abu Fawwaz)

No Comments »

LIVE ! Kuliah Mingguan Maghrib Setiap Rabu @ Masjid Al Maghfirah Sanglang Perlis| 18 Januari 2017 | 19 Rabiul Akhir 1438H | Bab Ilmu Larangan Menuntut Ilmu Dengan Niat Selain Mencari Wajah (Ridha) Allah | By Ust Mohd Umar Bin Ahmad (Abu Fawwaz)

Bab : Larangan Menuntut Ilmu Dengan Niat Selain (Ridha) Allah
Masjid Al Maghfirah Sanglang Perlis
Kitab : Ensiklopedia Larangan Menurut Al-Quran dan As Sunnah
Blog : www.omaQ.org
Oleh :Ust. Mohd Umar Bin Ahmad (Abu Fawwaz)
18 Januari 2017 (Rabu) / 19 Rabiul Akhir 1438H

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آَمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” (Al-Mujadilah: 11)

Menuntut Ilmu Adalah Jalan Menuju Surga

“Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu (syar’i), maka Allah akan memudahkan jalan baginya menuju surga.” (HR. Muslim)

“Barangsiapa keluar untuk mencari ilmu, maka ia berada di jalan Allah sampai ia kembali.” (HR Tirmidzi, Ibnu Majah)

Dengan Menuntut Ilmu Segala Pintu Kebaikan, Maghfirah, dan Pahala Akan Dilimpahkan

“Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka ia akan diberikan kepahaman tentang agama.” (HR Bukhari dan Muslim)

“Apabila anak cucu Adam meninggal dunia maka terputus semua amalannya kecuali dari tiga hal: [1] sedekah jariyah, [2] ilmu yang bermanfaat, dan [3] anak shalih yang mendoakannnya.” (HR Muslim)

“…dan sesungguhnya para Malaikat akan merendahkan sayap-sayap mereka bagi penuntut ilmu sebagai tanda ridha terhadap apa yang mereka lakukan. Sungguh seorang yang berilmu akan dimintakan ampun baginya oleh semua yang ada di langit dan bumi sampai pun ikan di lautan. Keutamaan seorang yang berilmu atas seorang ahli ibadah bagaikan keistimewaan bulan di hadapan bintang-bintang. Para ulama adalah pewaris para Nabi. Para Nabi tidak mewariskan dinar ataupun dirham, mereka hanya mewariskan ilmu. Barangsiapa yang dapat mengambilnya, sungguh ia telah meraih bagian yang banyak.” (HR Abu, At-Tirmidzi, Ibnu Majah)

“Dan katakan, Wahai Rabb tambakanlah bagiku ilmu.” (QS Thoha: 114)

Larangan Menuntut Ilmu Dengan Niat Selain Mencari Wajah (Ridha) Allah

Dalam hadits Abu Hurairah r.a. terdahulu telah disebutkan, “…..Kemudian seorang yang mempelajari ilmu, mengajarkannya, dan membaca Al-Qur’an. Ia akan dibawa ke hadapan Allah. Lalu disebutkanlah nikmat-nikmat Allah kepada dirinya dan ia pun mengakuinya. Lalu Allah berkata, ‘Untuk apakah engkau gunakan nikmat tersebut?’ Ia menjawab, ‘Aku mempelajari ilmu, mengajarkannya dan membaca Al-Qur’an karena-Mu semata. Allah berkata, ‘Engkau dusta, sebenarnya engkau mempelajari ilmu dan mengajarkannya supaya disebut alim. Engkau membaca Al-Qur’an supaya disebut qori. Begitulah kenyataannya.’ Kemudian diperintahkan agar ia diseret, lalu dilemparkan ke Neraka….” (HR Muslim)

www.omaQ.org | 0122959037 | LIVE MyKuliah @ FACEBOOK https://www.facebook.com/MrOmaQ

Share on Facebook
Posted on January 18th 2017 in My Kuliah, My Live Video

LIVE ! Kuliah Mingguan Maghrib Setiap Selasa @ Masjid Tun Abdul Razak Repoh Perlis| 17 Januari 2017 | 18 Rabiul Akhir 1438H | Bab Thaharah : Larangan Menunda Mandi Junub Tanpa Alasan | By Ust Mohd Umar Bin Ahmad (Abu Fawwaz)

No Comments »

LIVE ! Kuliah Mingguan Maghrib Setiap Selasa @ Masjid Tun Abdul Razak Repoh Perlis| 17 Januari 2017 | 18 Rabiul Akhir 1438H | Bab Thaharah : Larangan Menunda Mandi Junub Tanpa Alasan | By Ust Mohd Umar Bin Ahmad (Abu Fawwaz)

Bab Thaharah : Larangan Menunda Mandi Junub Tanpa Alasan
Masjid Tun Abdul Razak Repoh Perlis
Kitab : Ensiklopedia Larangan Menurut Al-Quran dan As Sunnah
Blog : www.omaQ.org
Oleh :Ust. Mohd Umar Bin Ahmad (Abu Fawwaz)
17 Januari 2017 (Selasa) / 18 Rabiul Akhir 1438H

“Tiga orang yang tidak didekati oleh malaikat (rahmat): orang junub, orang mabuk dan orang yang berlumuran minyak wangi khaluq.” (HR. Al Bazzar; shahih)

Dari Abdullah bin Abi Qais ia berkata, “Saya bertanya kepada Aisyah tentang witir Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Lalu dia menyebutkan suatu hadits. Aku bertanya lagi, ‘Bagaimana yang beliau perbuat ketika dalam keadaan junub, apakah beliau harus mandi sebelum tidur atau tidur tanpa mandi? ‘ Aisyah menjawab, ‘Sungguh semuanya telah dilakukan beliau, kadang beliau mandi lalu tidur, kadang beliau berwudhu lalu tidur.’ Aku berkata, ‘Segala puji bagi Allah yang menciptakan dalam perkara tersebut suatu keleluasaan’.” (HR. Muslim)

“Tiga orang yang tidak didekati oleh malaikat: bangkai orang kafir, orang yang berlumuran minyak wangi khaluq dan orang junub kecuali jika ia berwudhu” (HR. Abu Dawud; shahih)
Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, bahwa beliau mengatakan,

“Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berada dalam kondisi junub, kemudian beliau ingin makan atau tidur, beliau berwudhu sebagaimana wudhu ketika hendak shalat.” (HR. Muslim, no. 305)

Juga diriwayatkan dari Ibnu Umar, bahwa Umar bin Khatab pernah bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bolehkah seseorang tidur dalam kondisi junub? Beliau menjawab,

“Ya boleh, apabila kalian telah berwudhu, silahkan tidur dalam kondisi junub.” (HR. Bukhari 283 dan Muslim 306)

Berdasarkan hadis ini, sebagian ulama menegaskan bahwa makruh hukumnya seseorang tidur dalam kondisi junub sementara dia belum wudhu. (simak Majmu’ Fatawa, 21:343)
www.omaQ.org | 0122959037 | LIVE Video FACEBOOK ::https://www.facebook.com/MrOmaQ

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...Share on Facebook
Posted on January 17th 2017 in My Kuliah, My Live Video