Bab Ilmu : Larangan Menuntut Ilmu Dengan Niat Selain (Ridha) Allah

Bab : Larangan Menuntut Ilmu Dengan Niat Selain (Ridha) Allah
Masjid Al Mustaqim Felda Rimba Mas
Kitab : Ensiklopedia Larangan Menurut Al-Quran dan As Sunnah
Kuliah Maghrib
www.omaQ.org
Oleh :Ust. Mohd Umar Bin Ahmad (Abu Fawwaz)
21 Januari 2018 (Ahad) / 4 Rabiulakhir 1439H

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آَمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” (Al-Mujadilah: 11)

Menuntut Ilmu Adalah Jalan Menuju Surga

“Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu (syar’i), maka Allah akan memudahkan jalan baginya menuju surga.” (HR. Muslim)

“Barangsiapa keluar untuk mencari ilmu, maka ia berada di jalan Allah sampai ia kembali.” (HR Tirmidzi, Ibnu Majah)

Dengan Menuntut Ilmu Segala Pintu Kebaikan, Maghfirah, dan Pahala Akan Dilimpahkan

“Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka ia akan diberikan kepahaman tentang agama.” (HR Bukhari dan Muslim)

“Apabila anak cucu Adam meninggal dunia maka terputus semua amalannya kecuali dari tiga hal: [1] sedekah jariyah, [2] ilmu yang bermanfaat, dan [3] anak shalih yang mendoakannnya.” (HR Muslim)

“…dan sesungguhnya para Malaikat akan merendahkan sayap-sayap mereka bagi penuntut ilmu sebagai tanda ridha terhadap apa yang mereka lakukan. Sungguh seorang yang berilmu akan dimintakan ampun baginya oleh semua yang ada di langit dan bumi sampai pun ikan di lautan. Keutamaan seorang yang berilmu atas seorang ahli ibadah bagaikan keistimewaan bulan di hadapan bintang-bintang. Para ulama adalah pewaris para Nabi. Para Nabi tidak mewariskan dinar ataupun dirham, mereka hanya mewariskan ilmu. Barangsiapa yang dapat mengambilnya, sungguh ia telah meraih bagian yang banyak.” (HR Abu, At-Tirmidzi, Ibnu Majah)

“Dan katakan, Wahai Rabb tambakanlah bagiku ilmu.” (QS Thoha: 114)

Larangan Menuntut Ilmu Dengan Niat Selain Mencari Wajah (Ridha) Allah

Dalam hadits Abu Hurairah r.a. terdahulu telah disebutkan, “…..Kemudian seorang yang mempelajari ilmu, mengajarkannya, dan membaca Al-Qur’an. Ia akan dibawa ke hadapan Allah. Lalu disebutkanlah nikmat-nikmat Allah kepada dirinya dan ia pun mengakuinya. Lalu Allah berkata, ‘Untuk apakah engkau gunakan nikmat tersebut?’ Ia menjawab, ‘Aku mempelajari ilmu, mengajarkannya dan membaca Al-Qur’an karena-Mu semata. Allah berkata, ‘Engkau dusta, sebenarnya engkau mempelajari ilmu dan mengajarkannya supaya disebut alim. Engkau membaca Al-Qur’an supaya disebut qori. Begitulah kenyataannya.’ Kemudian diperintahkan agar ia diseret, lalu dilemparkan ke Neraka….” (HR Muslim)

www.omaQ.org | 0122959037 | LIVE MyKuliah @ FACEBOOK https://www.facebook.com/MrOmaQ

Share on Facebook

Leave a Comment