Bab Jenazah : Larangan Menutup Kepala Dan Wajah Jenazah Orang Yang Sedang Ihram

Bab Jenazah : Larangan Menutup Kepala Dan Wajah Jenazah Orang Yang Sedang Ihram
Masjid TSP Kangar
Kitab : Ensiklopedia Larangan Menurut Al-Quran dan As Sunnah
Kuliah Subuh
Blog : www.omaQ.org
Oleh : Ust. Mohd Umar Bin Ahmad (Abu Fawwaz)
1 Disember 2017 (Jumaat) / 12 Rabiulawal 1439H

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما قَالَ : بَيْنَمَا رَجُلٌ وَاقِفٌ بِعَرَفَةَ , إذْ وَقَعَ عَنْ رَاحِلَتِهِ , فَوَقَصَتْهُ – أَوْ قَالَ : فَأَوْقَصَتْهُ – فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم : اغْسِلُوهُ بِمَاءٍ وَسِدْرٍ , وَكَفِّنُوهُ فِي ثَوْبَيْن وَلا تُحَنِّطُوهُ , وَلا تُخَمِّرُوا رَأْسَهُ ؛ فَإِنَّهُ يُبْعَثُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مُلَبِّيًا .
وَفِي رِوَايَةٍ : وَلا تُخَمِّرُوا وَجْهَهُ وَلا رَأْسَهُ .

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu Anhu ia berkata Ketika seseorang wukuf di Arafah tiba-tiba dia jatuh dari untanya dan patah lehernya kemudian meninggal di tempat maka Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda ” mandikanlah dia dengan air dan daun bidara kafani dengan 2 lembar pakaian ihramnya jangan diberi wangi-wangian dan jangan ditutup kepalanya Karena pada hari kiamat nanti dia akan dibangkitkan dengan mengucapkan Tarbiyah ” Dalam riwayat yang lain jangan ditutup wajah dan kepalanya (HR Bukhari Muslim)

1. Pahala haji dan umrahnya ditulis hingga hari kiamat
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu ia berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
من خرج حاجا فمات كتب له أجر الحاج إلى يوم القيامة ومن خرج معتمرا فمات كتب له أجر المعتمر إلى يوم القيامة ومن خرج غازيا فمات كتب له أجر الغازي إلى يوم القيامة
“Barangsiapa keluar untuk berhaji lalu meninggal dunia, maka dituliskan untuknya pahala haji hingga hari kiamat. Barangsiapa keluar untuk umrah lalu meninggal dunia, maka ditulis untuknya pahala umrah hingga hari kiamat. Dan barangsiapa keluar untuk berjihad lalu mati maka ditulis untuknya pahala jihad hingga hari kiamat.” (HR Abu Ya’la dan dishahihkan Albani dalam Shahih At Targhib 1114)

2. Jika meninggal dalam perjalanan dan belum melakukan ihram, maka tidak termasuk meninggal dalam ketika beribadah haji
Misalnya pesawatnya jatuh ketika perjalanan dari negaranya ke Saudi dan belum berihram. Maka tidak termasuk dalam bab “meninggal ketika ibadah haji dan umrah”.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan,
إذا هلك من سافر للحج قبل أن يخرج فليس بحاج ، لكن الله عز وجل يثيبه على عمله ، أما إذا أحرم وهلك فهو …. ولم يأمرهم بقضاء حجه ، وهذا يدل على أنه يكون حاجاً ” انتهى .
“Jika kecelakaan ketika safar menuju haji sebelum ia keluar (berihram) maka tidak terhitung haji. Akan tetapi Allah akan membalas sesuai niatnya. Adapun jika sudah berihram, kemudian kecelakaan (misalnya keretanya kemalangan), maka termasuk dalam hadits (cara mengurus jenazahnya).” (Majmu’ Fatawa syaikh Utsaimin 21/252)

3. Jika meninggal ketika haji (sudah berihram), maka tidak perlu diqadhakan tahun depan oleh walinya
Karena hadits menunjukkan bahwa ia akan dibangkitkan dalam keadaan bertalbiyah hari kiamat dan ini menunjukkan ia sudah mencukupi hajinya.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah menjelasakan,
ولم يأمرهم بقضاء حجه ، وهذا يدل على أنه يكون حاجاً
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memerintahkan untuk diqadhakan (untuk yang meninggal), karena statusnya ia sudah berhaji.( Majmu’ Fatawa syaikh Utsaimin 21/252)

www.omaQ.org | 0122959037 | LIVE MyKuliah @ FACEBOOK https://www.facebook.com/MrOmaQ

Share on Facebook

Leave a Comment