Bab Masjid : Berbaring Tidur Terlentang Yang Dilarang Dalam Masjid

Bab Masjid : Berbaring Tidur Terlentang Yang Dilarang Dalam Masjid

Bab Masjid : Berbaring (Tidur Terlentang) Yang Dilarang Dalam Masjid
Masjid Al Abrar Kubang Gajah Arau
Kitab : Ensiklopedia Larangan Menurut Al-Quran dan As Sunnah
Blog : www.omaQ.org
Oleh : Ust. Mohd Umar Bin Ahmad (Abu Fawwaz)
9 Disember 2017 (Sabtu) / 20 Rabiulawal 1439H

Hadits bahwa Rasulullah s.a.w. pernah tidur di masjid :
Telah bercerita kepada kami Isma’il berkata telah bercerita kepadaku saudaraku dari Sulaiman dari Syarik bin Abdullah bin Abu Namir, aku mendengar Anas bin Malik bercerita kepada kami tentang perjalanan malam isra’ Nabi s.a.w. dari masjid Kabah (Al Haram). Ketika itu, beliau didatangi oleh tiga orang (malaikat) sebelum beliau diberi wahyu, saat sedang tertidur di Masjidil Haram. (H.R. Bukhari No. 3305)

Beberapa sahabat juga pernah tidur di masjid, misalnya Ali bin Abi Thalib r.a. :
Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz bin Abu Hazim dari Abu Hazim dari Sahl bin Sa’d dia berkata; “Tidak ada nama (julukan) yang paling disukai Ali selain Abu Turab, dan dia sangat senang bila dipanggil dengan nama tersebut, suatu ketika Rasulullah s.a.w. datang ke rumah Fatimah, namun beliau tidak menjumpai Ali di rumahnya. Maka beliau bertanya; ‘Di manakah saudaramu ? ‘ Fatimah menjawab; ‘Sebenarnya antara saya dan dia ada permasalahan, malah dia memarahiku. Setelah itu, ia keluar dan enggan beristirahat siang di sini.’ Lalu Rasulullah s.a.w  bersabda kepada seseorang; ‘Lihatlah, di manakah dia berada! ‘ Tidak lama kemudian, orang tersebut datang dan berkata; ‘Wahai Rasulullah, sekarang dia tengah tidur di masjid. (HR Bukhari No. 5808)

لاَ يَسْتَلْقِيَنَّ أَحَدُكُمْ ثُمَّ يَضَعُ إِحْدَى رِجْلَيْهِ عَلىَ الْأُخْرَى
“Jangan sekali-kali salah seorang di antara kalian berbaring lalu menaruh salah satu kakinya dia atas yang lain”(HR Muslim)

أنه رَأَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْمَسْجِدِ مُسْتَلْقِيًا وَاضِعًا إِحْدَى رِجْلَيْهِ عَلَى الْأُخْرَى
“Bahwa dia pernah melihat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tidur terlentang di dalam masjid sambil meletakkan salah satu kaki beliau di atas kaki lainnya.” (HR Bukhari)

Untuk menggabungkan dua riwayat ini an-Nawawy dan ulama yang lainnya berkata:”Kemungkinan Nabi melakukannya untuk menjelaskan bahwa itu boleh-boleh saja, dan bahwasanya larangan berbaring dengan menaruh kaki pada kaki yang lain bukan larangan secara umum, akan tetapi yang dilarang apabila dengan sebab itu aurat seseorang menjadi nampak” (Syarah Muslim)
Pendapat ini juga dikuatkan oleh atsar yang dikeluarkan oleh al-Bukhari sendiri dalam Shahihnya setelah membawakan riwayat Abbad bin Tamim di atas, al-Bukhari mengatakan:”Dari Ibnu Syihab dari Sa’id Ibnul Musayyib berkata:”Umar dan Utsman pernah melakukan hal itu (berbaring sambil menaruh kaki di atas kaki yang lainnya)” (HR Bukhari)

Kesimpulan:Boleh berbaring sambil menaruh salah satu kaki di atas yang lainnya dengan syarat aurat tetap tertutup. Wallahuaklam

www.omaQ.org | 0122959037 | LIVE MyKuliah @ FACEBOOK https://www.facebook.com/MrOmaQ

Muat Turun Bahan Nota :-
Berbaring (Tidur Terlentang) Yang Dilarang Dalam Masjid

Share on Facebook

Leave a Comment