+6012 2959037
miloki@gmail.com

TATA CARA HAJI IFRAD

HAJI IFRAD
Yaitu Melaksanakan secara terpisah antara haji dan umrah, dimana masing-masing dikerjakan tersendiri, dalam waktu berbeda tetapi tetap dilakukan dalam satu musim haji. Pelaksanaan ibadah Haji dilakukan terlebih dahulu selanjutnya melakukan Umrah dalam satu musim haji atau waktu haji.
Dibatas miqat sebelum memasuki Mekah jemaah haji harus sudah memakai pakaian ihram serta niat untuk melaksanakan “Ibadah Haji” sekaligus “Ibadah Umrah”. Jama’ah harus tetap berpakaian ihram sampai selesai melaksanakan kedua ibadah tersebut yaitu sejak tiba di Mekah sampai lepas hari Arafah 9 Zulhijah. Selama memakai pakaian ihram segala larangan harus ditaati dan jema’ah yang memilih haji ifrad disunatkan melakukan Tawaf Qudum, yaitu tawaf sunat saat baru tiba di Mekah. Haji Ifrad memang paling berat tetapi juga paling tinggi kualitasnya karena itu yang melaksanakan Haji Ifrad tidak dikenakan Dam atau denda

PELAKSANAAN HAJI IFRAD

MIQAT ditanah air. Bagi yang memilih miqat ditanah air hendaknya melakukan persiapan ihram untuk haji sabagai berikut :
Memotong Kuku.
Memotong rambut secukupnya.
Mandi sunnat ihram.
Memakai wangi-wangian.
Memakai pakaian ihram.
MIQAT di Saudi. Jama’ah haji yang datang ketanah suci lebih awal biasanya akan berangkat duluan ke Madinah. Nanti mendekati “Hari Arafah” 9 Zulhijah baru menuju Mekah. Miqat dilaksanakan ditanah suci yaitu disalah satu tempat. Ditempat Miqat ini jama’ah melakukan hal-hal sebagai berikut :
Shalat sunnat ihram 2 rakaat, jika mungkin.
Berniat Haji : Labbaika Allahumma’ Hajjan.
Diperjalanan ke Mekah banyak-banyak membaca “Talbiah”
Tiba di Mekah jama’ah akan langsung masuk penginapan untuk istirahat sejenak, selama di mekah jema’ah melakukan kegiatan sebagai berikut :
Melakukan Tawaf Qudum (Tawaf sunnat waktu baru tiba di Mekah).
Setelah Tawaf boleh langsung Sa’i tetapi tidak boleh tahallul karena Jema’ah haji ifrad boleh tahallul nanti setelah Tawaf dan Sa’i haji dilaksanakan.

PELAKSANAAN UMRAH IFRAD
Setelah melaksanakan “Ibadah Haji”jema’ah harus bersiap lagi untuk melaksanakan “Ibadah Umrah”. Persiapan ihram dilakukan dipenginapan di Mekah, dan Miqatnya di Tan’im atau Ji’ranah. Rincian Ibadah Umrah untuk Haji Ifrad adalah sebagai berikut :
Melakukan persiapan ihram.
Mandi sunnat ihram.
Memotong Kuku.
Memotong rambut secukupnya.
Memakai wangi-wangian.
Memakai pakaian ihram, berangkat ke batas Miqat di Tan’im atau Ji’ranah. Disini jama’ah melakukan hal-hal sebagai berikut ;
Shalat sunat ihram 2 rakaat.
Melafazkan niat umrah : (Labbaika Allahuma Umratan).
Berangkat ke Mekah dan dalam perjalanan membaca Talbiyah sebanyak-banyaknya.
Di Mekah jama’ah melakukan hal-hal sebagai berikut.
Tawaf Umrah
Melaksanakan Sa’i
Tahallul
Dengan selesainya pelaksanaan ibadah Umrah ini, selesai pulalah seluruh rangkaian pelaksanaan Haji Ifrad.

PELAKSANAAN HAJI IFRAD

Mekah
8 Zulhijah (pagi)
Berangkat ke Mina atau langsung ke Arafah.

Mina
8 Zulhijah (siang – malam)
Mabit atau menginap di Mina sebelum berangkat ke Arafah, sebagaimana yang
dilakukan Rasullulah SAW

Mina – Arafah
9 Zulhijah (Pagi)
Berangkat ke Arafah setelah matahari terbit atau setelah shalat Subuh.

Arafah
9 Zulhijah (siang – sore)
Berdo’a, zikir, tasbih sambil menunggu waktu wukuf (pada tengah hari).Shalat Zuhur dan Ashar di jamak qasar (zuhur 2 rakaat, Ashar 2 rakaat dilaksanakan pada waktu zuhur Setelah shalat laksanakan wukuf dengan berdo’a, zikir, talbiyah, istiqfar terus menerus setengah hari sampai waktu Maqrib.

Arafah – Muzdalifah
9 Zulhijah (sore-malam)
Setelah matahari terbenam segera berangkat ke Muzdalifah. Shalat Maqrib dilaksanakan di Muzdalifah di jamak dengan shalat Isya seperti yang dilakukan Rasulullah.

Muzdalifah
9 Zulhijah (malam)
Shalat Maqrib dan Isya dijamak ta’khir.Mabit (berhenti sejenak) di Muzdalifah, paling kurang sampai lewat tengah malam. sambil mengumpulkan krikil untuk melontar Jumrah Aqabah.Mengumpulkan 7 butir batu krikil untuk melontar “Jumrah Aqabah” besaok pagi. Setelah shalat subuh tanggal 10 Zulhijah

Mina
10 Zulhijah
Melontar Jumrah Aqabah 7 kali.Tahallul awal. Lanjutkan ke Mekah untuk melakukan
tawaf ifadah, Sa’i dan disunatkan tahallul Qubra.Harus sudah berada kembali di Mina
sebelum Magrib. Mabit di Mina, paling tidak sampai lewat
tengah malam.

Mina
11 Zulhijah
Melontar Jumrah Ula, Wusta danAqabah masing – masing 7 kali. Mabit di Mina, paling tidak sejak sebelum Maqrib sampai lewat tengah malam.

Mina
12 Zulhijah
Melontar Jumrah Ula, Wusta dan Aqabah waktu subuh masing – masing 7 kali.
Bagi yang Nafar awal, kembali ke Mekah sebelum maqrib ,lanjutkan dengan tawaf
ifadah dan Sa’i serta Tahallul Qubra bagi yang belum.Bagi yang Nafar Tsani, mabit di Mina.

Mina
13 Zulhijah (pagi)
Bagi yang Nafar Tsani :Melontar Jumrah Ula, Wusta dan Aqabah masing-masing 7 kali

Mekah
13 Zulhijah (siang – malam)
Tawaf ifadah, Sa’i dan Tahallul Qubra bagi yang belum. Bagi yang sudah melakukan Sa’i sesudah tawaf Qudum (ketika baru tiba di Mekah) tidak perlu Sa’i langsung saja melakukan Tahallul.

Ibadah Haji selesai.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...Share on Facebook

Leave A Comment